Langsung ke konten utama

Lebih Afdlol bertahan berpuasa atau mengambil rukhsoh tidak berpuasa .?


 Lebih Afdlol mengambil rukhshoh tidak berpuasa atau tetap berpuasa?

Assalaamualaikum,

Mau tanya poro Kyai, Bagi seorang musafir yg bepergian jauh , apakah benar lebih afdlol  mengambil ruhshoh mokel(tidak berpuasa) daripada bertahan untuk tetap berpuasa? 

(Gus Ahsan)

Jawab : waalaikumussalam wr wb.

 Begini Gus ..!  Bagi Musafir yg bepergian jauh dg jarak tempuh masafatul Qosri,  itu memang diperbolehkan mengambil rukhshoh  mokel (tidak berpuasa) sebagaimana firman Alloh SWT :

فمن كان منكم مريضا او على سفر فعدة من ايام اخر..... الأية.

_"barang siapa di antara kamu sakit atau dalam bepergian (lalu tidak berpuasa) maka wajib baginya mengganti berpuasa  (sebanyak hari yg ia tidak berpuasa) di hari-hari yg lain."_

(QS.Albaqoroh 184)

Ayat ini menunjukkan bahwa orang yg sedang sakit dan ia sangat payah untuk berpuasa maka diperbolehkan tidak berpuasa. Begitu juga orang yg sedang bepergian (musafir) juga diperbolehkan mengambil rukhshoh mokel(tidak berpuasa) kemudian diwajibkan menqodlo'nya di hari-hari berikutnya setelah Romadlon.

Apakah lebih Afdlol bertahan puasa atau mengambil rukhshoh tidak berpuasa bagi musafir tersebut..?

Al-syeh Ahmad Showi Almaliky dalam kitab tafsirnya mengatakan :

إن المسافر يباح له الفطر وان لم يجهده الصوم .لكن الصوم افضل له في هذه الحالة ولافرق في السفر بين كونه برا او بحرا.

_"sesungguhnya musafir itu diperbolehkan mengambil rukhshoh tidak berpuasa meskipun dalam bepergiannya tidak merasa berat jika berpuasa, akan tetapi dalam kondisi seperti ini berpuasa baginya itu lebih baik (dari pada tidak berpuasa) yakni ketika tidak merasa berat dan tidak susah dengan berpuasa. Dalam hal ini tidak ada perbedaan antara perjalanan darat maupun laut._ 

(Tafsir Al-showi juz :1 hal:83).

Teks ini menunjukkan bahwa bagi musafir yg masih mampu berpuasa dan tidak ada gangguan atau resiko apa-apa maka berpuasa lebih baik baginya dari pada tidak berpuasa.

Syeh Abu bakar  Muhammad Syatho juga mengatakan dalam kitab "I'anatuttholibin" :

(وصوم المسافر  بلا ضرر أحب من الفطر .) أي لمافيه من براءة الذمة وعدم اخلاء الوقت من العبادة ولانه الأكثر من فعله صلى الله عليه وسلم .

_"Berpuasanya musafir tanpa ada resiko/dloror lebih dicintai( 'syar'an) dari pada mukak tidak berpuasa ,karena dalam berpuasa dapat terbebas dari tanggungan ,tidak mengosongkan waktu dari ibadah dan berpuasa adalah hal terbanyak yg dilakukan  Rosulullah saw ._

ومحله أن لم يخشى ضررا في الحال او الاستقبال من الصوم والا فالفطر افضل .

_"Lebih baik berpuasa bagi musafir itu, ketika tidak menghawatirkan resiko/madlorot baik madlorot ssketika atau resiko jangka panjang . Kalau kuwatir adanya madlorot disebabkan  berpuasa saat bepergian maka lebih baik mengambil rukhshoh tidak puasa ."_

اعانة الطالبين ٢ ص:٢٣٦

Jadi kesimpulannya bahwa orang yg sedang musafir atau bepergian jauh  diberi kemurahan boleh mengambil rukhshoh tidak berpuasa, akan tetapi jika ia masih kuat berpuasa tidak merasa payah atau menghambat aktifitasnya saat bepergian dan tidak menghawatirkan madlorot maka berpuasa lebih baik baginya dari pada tidak berpuasa , dan apabila ia merasa masyaqqot atau payah sehingga mengganggu aktifitasnya saat bepergian atau menghawatirkan ada resiko maka lebih baik ia mengambil rukhshoh  tidak berpuasa.

Adapun syarat-syarat musafir yg diperbolehkan mengambil rukhshoh tidak berpuasa adalah sbb:

1.jarak yg akan ditempuh mencapai masafatul qosri .

2.bepergiannya tidak bertujuan maksiat.

3.musafir (orang yg bepergian) sudah keluar dari batas daerahnya sebelum fajar /subuh. yaitu :batas yg disyaratkan harus sudah dilewati sebagai syarat diperbolehkannya Qosor sholat .

_ppth channel_

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ustadz Ahmad Wahid Mubarok. Prambatan lor Kaliwungu Kudus

 Alustadz, A. Wahid Mubarok, pendiri Majlis Ta'lim Ziyadatul Khoir & Majlis Sholawat Hubburrosul. (Wafat : Selasa  27 Juli 2021 M.), Dia adalah  pendiri Majelis ta'lim "Ziyadatul Khoirul " mush. Darussalam Prambatan lor Kaliwungu Kudus dan Majlis Sholawat Nariyah Hubburrosul. Pak Ahmad Wahid Mubarok  adalah alumni madrasah Tasywiquttullab (TBS) mulai MI ,MTs dan lulus madrasah Aliyah , sebagai santri di Madrasah Tasywiquttullab , ia sangat dikenal oleh KH.Ma'mun Ahmad dan para guru dan Kiyahi saat itu  . Setelah itu melanjutkan studinya di ponpes Alhidayah Lasem yg di Asuh oleh KH.A.Syakir Ma'sum putra dari KH.Ma'sum Lasem. Semasa hidupnya ia pernah aktif di GP. Anshor ranting Prambatan lor dan juga pernah menjabat ketua Remaja Masjid Baiturrohim Prambatan lor , yang pada saat itu diberi nama Jam'iyyah gerakan remaja masjid Baiturrahim yg sering disingkat dengan JAGER REMAJA MASJID BAITURROHIM. Di saat ia menjabat ketua remaja masjid Baiturrahim, d...

Ngaji Aqidatul awam di Musholla Darussalam Prambatan lor Kudus.

 AYO.. Ngaji kitab. !                      AQIDATUL AWAM.                (tentang ilmu Tauhid)  Hukum mempelajari ilmu Tauhid adalah fardhu ain. Wajib bagi setiap orang yg mukallaf  untuk mengetahui aqidah yg benar  beserta dalilnya meskipun secara global.  Adapun mengetahui dalil secara terperinci adalah fardhu kifayah. Kegiatan mengaji di Musholla Darussalam Jl Madya utama gang :Darussalam RT 3/3:Prambatan lor Kaliwungu Kudus , setiap malam Senin  akan mengkaji kitab _"AQIDATUL AWAM"_ dengan mengambil keterangan sebagai penjelasannya dari Syarahnya  yaitu kitab "JALA'UL AFHAM" karya Syeh Muhammad Ihya' ulumidfin , seorang kiyahi Nusantara murid dari Sayyid Muhammad al-Maliki dan beliau merangkum keterangan dari Sayyid Muhammad saat beliau belajar di Makkah.  Kegiatan mengaji kitab ini akan dimulai pada malam  Senin tgl : 15 Rojab 1447 H...

Lupa membaca tahiyyat awal ,eh ..kembali lagi , piye. ?

 Tentang seseorang yg lupa membaca tahiyyat awal atau qunut. Latar belakang mas'alah: Seseorang melakukan shalat, di saat mendapatkan dua rekaat,  ia lupa membaca  tahiyyat awal , kemudian ia bergerak untuk berdiri, tetapi belum sampai berdiri tegak ia ingat bahwa dirinya belum membaca tahiyat awal terus ia kembali duduk untuk membaca tahiyat awal,  atau ia lupa doa qunut kemudian ia turun mau melakukan sujud, belum sampai sujud ia ingat kemudian berdiri lagi untuk membaca doa qunut. Pertanyaan : 1.Benarkah tindakan orang tersebut dan sahkah sholatnya? 2.jika shalatnya sah apakah disunnahkan sujud sahwi atau tidak? *Jawaban no:1 :* Tindakan orang  tersebut sudah benar dan sah sholatnya , selagi ia belum melakukan rukun sesudahnya _(contoh: sujud dalam hal lupa do'a qunut ,dan  berdiri tegak dalam hal lupa tahiyya awal)_  maka ia boleh bahkan disunnahkan kembali lagi untuk melakukan sunah ab'adl yang ia lupakan . Bahkan jika ia menjadi makmum  mesk...