Adab berinteraksi dengan sesama saudara seiman. Sebagai sesama muslim yg bersaudara semestinya harus saling menghormati , tidak saling meremehkan dan tidak saling menghina dan mencaci maki , meskipun berbeda madzhab , aliran , etnis atau hanya sekedar berbeda pendapat , karena mereka adalah bersaudara . Karena itu agar kita tidak mudah meremehkan dan mengolok-olok orang lain , pesan Mbah KH Hasyim Asy'ari dalam kitab "Adabul alim wal muta'ali" mengingatkan kita bahwa di antara resepnya , adalah agar kita berangan-angan makna firman Alloh SWT : *يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰ أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِّن نِّسَاءٍ عَسَىٰ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (11)* "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (ka...
Lebih Afdlol mengambil rukhshoh tidak berpuasa atau tetap berpuasa? Assalaamualaikum, Mau tanya poro Kyai, Bagi seorang musafir yg bepergian jauh , apakah benar lebih afdlol mengambil ruhshoh mokel (tidak berpuasa) daripada bertahan untuk tetap berpuasa? (Gus Ahsan) Jawab : waalaikumussalam wr wb. Begini Gus ..! Bagi Musafir yg bepergian jauh dg jarak tempuh masafatul Qosri , itu memang diperbolehkan mengambil rukhshoh mokel (tidak berpuasa) sebagaimana firman Alloh SWT : فمن كان منكم مريضا او على سفر فعدة من ايام اخر..... الأية. _"barang siapa di antara kamu sakit atau dalam bepergian (lalu tidak berpuasa) maka wajib baginya mengganti berpuasa (sebanyak hari yg ia tidak berpuasa) di hari-hari yg lain."_ ( QS.Albaqoroh 184 ) Ayat ini menunjukkan bahwa orang yg sedang sakit dan ia sangat payah untuk berpuasa maka diperbolehkan tidak berpuasa. Begitu juga orang yg sedang bepergian (musafir) juga diperbolehkan mengambil rukhshoh mokel(t...