*Tentang suara Muballigh(orang yg menyampaikan suara imam)
Mau tanya :☕
Ada jama'ah sholat Terawih , karena jama'ahnya banyak dan imam hemat suara agar tidak menggeh2 maka di saat takbiratul ihram dan semua takbir intiqolat ada muballig dari salah satu makmum yg menyuarakan takbir dg keras agar makmum yg di belakang mendengar, akan tetapi takbirnya muballigh terkadang tidak menunggu selesainya imam dari takbirnya , bahkan sering terjadi bersama.
Pertanyaan :
1. Bagaimna hukumnya seorang muballigh atau makmum mbarengi takbirotul ihromnya imam?
2. Dan bagaimana hukumnya makmum membarengi takbir intiqolat imam yg otomatis membarengi
gerakan imam?
Jawab :
1. Keberadaan Muballigh(orang yg menyampaikan suara imam) Kalau suara imam sudah didengar semua makmum karena suaranya keras ,atau pakai sound sistem atau memang makmumnya sedikit , maka tidak perlu ada muballigh(orang yg menyampaikan suara imam ).
Dan jika suara imam tidak didengar oleh para makmum maka dianjurkan adanya muballigh dan disunnahkan membaca dengan keras.
Adapun takbirotul ihrom Makmum yg membarengi dg takbirotul ihromnya imam adalah tidak diperbolehkan, alias tidak sah yg berakibat sholatnya tidak sah juga.
Seharusnya takbirotul ihrom makmum baik yg jadi Muballigh atau makmum biasa menunggu selesainya imam dari takbirotul ihrom, yakni imam sudah membaca takbirnya sampai kata: '’'AKBAR" . Baru makmum mengucapkan Allohu Akbar.
2.Membarengi takbir intiqolat imam yg otomatis membarengi gerakan imam dalam rukun fi'li hukumnya adalah makruh..
Referensi:
*١.اعانة الطالبين ج :١ ص :١٥٤.*
و سن (جهر به) - أي بالتكبير - للانتقال كالتحرم (لامام) وكذا مبلغ احتيج إليه، لكن إن نوى الذكر أو والاسماع، وإلا بطلت صلاته.
كما قال شيخنا في شرح المنهاج.
قال بعضهم: إن التبليغ بدعة منكرة، باتفاق الائمة الاربعة، حيث بلغ المأمومين صوت الامام.
(قوله :وكذا :مبلغ ) أي وبسن جهر لمبلغ أيضا كالإمام .
قوله إن احتيج إليه أي الى المبلغ بأن لم يسمع المأموم صوت الامام.
(Disunnahkan mengeraskan suara) dengan takbir intiqol, (dalam sholat) seperti takbiratul ihram, bagi imam dan juga muballigh jika dibutuhkan , tetapi harus dg niat dzikir atau niat dzikir dan menyampaikan suara imam/اسماع . Jika tidak niat sperti itu , yakni hanya niat isma'(memberikan tahu/menyampaikan suara imam ) saja maka batal sholatnya. Sebagaimana dawuh guru kami imam Ibnu Hajar Al-haitami dalam Syarhul minhaj.
_Sebagian ulama berkata: sesungguhnya adanya tabligh/Muballigh adalah bid'ah munkaroh dg kesepakatan imam empat apabila suara imam sudah didengar para makmum._
(Keterangan:) "juga muballigh" berarti :disunnahkan mengeraskan suara juga bagi Muballigh seperti imam.
(Keterangan:) "jika dibutuhkan" yaitu muballigh dibutuhkan karena makmum tidak mendengar suara imam.
*٢.كاشفة السجا ٦٠*
والسادس عشر :تأخير تكبيرة المأموم عن تكبيرة الأمام .فلو قارنه في جزء منها لم تصح القدوة ولا تنعقد صلاته .
"Yang keenam belas: Mengakhirkan takbirotul ihrom makmum dari takbirotul ihrom imam. Jika dia membarengi (takbir imam) pada sebagian takbir, maka tidak sah menjadi makmum dan tidak sah sholatnya ".
*٣.كاشفة السجا ٨٨.*
.شروط القدوة ........
وحادى عشرها (أن يتابعه ) بأن يتأخر تحرمه عن جميع تحرم امامه....
_"Syarat-syarat menjadi makmum...
dan yang kesebelas: (makmum harus) mengikuti (imam), yaitu dengan mengakhirkan takbirotul ihromnya dari keseluruhan takbirotul ihromnya imam..
*٤.كاشفة السجا . ص :٨٨*
اعلم ان المقارنة على خمسة اقسام :
- حرام مبطلة أي مانعة من الانعقاد .وهي المقارنة في تكبيرة الاحرام .
- ومندوبة وهي المقارنة في التأمين .
- ومكروهة مفوتة لفضيلة الجماعة مع العمد .وهي المقارنة في الأفعال والسلام .
- ومباحه وهي المقارنة فيما عداذلك .
- وواجبة فيما لولم يقرأ الفاتحة مع الإمام لم يدركها.
Ketahuilah bahwa membersamai imam (dalam sholat berjamaah) ada lima macam:
- Haram dan membatalkan (sholat), yaitu : membersamai imam dalam takbiratul ihram.
- Disunnahkan, yaitu membersamai imam dalam mengucapkan "amin" setelah Fatihah.
- Makruh dan menghilangkan keutamaan berjamaah jika disengaja, yaitu membersamai imam dalam rukun-rukub Fily atau salam.
- Mubah, yaitu: yaitu membersamahi imanm di selain yg tersebut di atas.
- Wajib, yaitu jika tidak membaca Al-Fatihah bersama imam, maka tidak mendapatkan waktu yg cukup untuk membaca Fatihah.
*٥. اعانة الطالبين ج :٢ ص:٣٩*
ومقارنته أي مقارنة المأموم الأمام في افعال وكذا أقوال غير تحرم مكروهة كتخلف عنه أي الأمام الى فراغ ركن .وتقدم عليه بابتدائه ......الخ..
Berbarengan (makmum dengan imam) dalam beberapa rukun fi'li dan juga beberapa bacaan Qouli , selain takbiratul ihram adalah makruh, seperti makmum terlambat dari imam sampai selesai satu rukun, atau mendahului imam dengan memulai hal-hal yg berupa fi'li/ perbuatan.

Komentar
Posting Komentar