Langsung ke konten utama

Imam di dalam masjid , makmum di luar masjid, bagaimana cara mengukur jarak antara ke duanya?


 *Masalah 2.*

_*Tentang Memahami jarak antara makmum yg diluar masjid dengan imam yg didalam masjid.*_

الْحَالة الثَّانِيَة إِذا كَانَ الامام فِي الْمَسْجِد وَالْمَأْمُوم خَارج الْمَسْجِد وَلَيْسَ بَينهمَا حَائِل صَح الِاقْتِدَاء إِذا لم تزد الْمسَافَة على ثلثمِائة ذِرَاع *وَتعْتَبر الْمسَافَة من آخر الْمَسْجِد على الْأَصَح لِأَن الْمَسْجِد مَبْنِيّ للصَّلَاة فَلَا يدْخل فِي الْحَد الْفَاصِل*

(كفاية الاخيار. جز ء : ١ ص:١٣٤)

Keadaan kedua :

 "Jika imam berada di dalam masjid dan makmum berada di luar masjid, dan tidak ada penghalang antara keduanya, maka sah mengikuti imam jika jarak antara keduanya tidak lebih dari 300 dziro'. _*Jarak tersebut dihitung dari batas/ujung masjid, menurut pendapat yang paling sahih, karena masjid dibangun untuk sholat.*_ Oleh karena itu, tidak termasuk dalam batas yang memisahkan (antara imam dan makmum)."

Dalam konteks fiqih sholat berjamaah, kalimat ini membahas tentang syarat-syarat sahnya mengikuti imam yang berada di dalam masjid sementara makmum berada di luar masjid.

Menurut pendapat ini, jarak antara imam dan makmum tidak boleh lebih dari 300 dziro', dan *jarak dihitung dari ujung/batas masjid.* Jika jarak tersebut tidak terpenuhi, maka sholat berjamaah tidak sah.

*التقريرات السديدة : ج:١ ص :٢٩٧*

الثالث أن لايزيد ما بينهما على ثلثمائة ذراع.

— وإذا كانا داخل المسجد فلا تضر الزيادة على ٣٠٠ ذراع " مائة وخمسين مترا  

— وإذا كانا خارج المسجد  فتضر الزيادة على ثلاثمائة ذراع.

— وإذا كان أحدهما داخل المسجد والآخر خارجه فتضر أيضا الزيادة على ٣٠٠ ذراع. 

*وتحسب المسافة هنا من آخر المسجد لا من آخر صف في المسجد.*

(Ketiga,)

 jarak antara imam dan makmum tidak boleh lebih dari 300 hasta (sekitar 150 meter).

— Jika imam dan makmum berada di dalam masjid, maka jarak lebih dari 300 hasta tidak masalah.

—  Jika imam dan makmum berada di luar masjid, maka jarak lebih dari 300 hasta dapat membatalkan kesahihan sholat berjamaah.

— Jika salah satu dari mereka berada di dalam masjid dan yang lain di luar masjid, maka jarak lebih dari 300 hasta juga dapat membatalkan kesahihan sholat berjamaah.

_*Jarak tersebut dihitung dari ujung/batas masjid, bukan dari ujung shaf terakhir di dalam masjid."*.

****************************************

_Untuk menghitung dziro'(hasta) dengan ukuran centi meter banyak beberapa versi :_

1.Mayoritas ulama : 48 cm.

2.Imam Nawawi :44,720 cm .

3.Imam rofi'i        :44.820 cm.

4.Hasan Almisri :44.0125 cm.

_*Menurut versi imam Nawawi 300 dziro' = 134,16 Meter)*_

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ngaji Aqidatul awam di Musholla Darussalam Prambatan lor Kudus.

 AYO.. Ngaji kitab. !                      AQIDATUL AWAM.                (tentang ilmu Tauhid)  Hukum mempelajari ilmu Tauhid adalah fardhu ain. Wajib bagi setiap orang yg mukallaf  untuk mengetahui aqidah yg benar  beserta dalilnya meskipun secara global.  Adapun mengetahui dalil secara terperinci adalah fardhu kifayah. Kegiatan mengaji di Musholla Darussalam Jl Madya utama gang :Darussalam RT 3/3:Prambatan lor Kaliwungu Kudus , setiap malam Senin  akan mengkaji kitab _"AQIDATUL AWAM"_ dengan mengambil keterangan sebagai penjelasannya dari Syarahnya  yaitu kitab "JALA'UL AFHAM" karya Syeh Muhammad Ihya' ulumidfin , seorang kiyahi Nusantara murid dari Sayyid Muhammad al-Maliki dan beliau merangkum keterangan dari Sayyid Muhammad saat beliau belajar di Makkah.  Kegiatan mengaji kitab ini akan dimulai pada malam  Senin tgl : 15 Rojab 1447 H...

Ustadz Ahmad Wahid Mubarok. Prambatan lor Kaliwungu Kudus

 Alustadz, A. Wahid Mubarok,  pendiri Majlis Ta'lim Ziyadatul Khoir. (Wafat : Selasa  27 Juli 2021 H.), Dia adalah  pendiri Majelis ta'lim "Ziyadatul Khoirul " mush. Darussalam Prambatan lor Kaliwungu Kudus. Pak Ahmad Wahid Mubarok  adalah alumni madrasah Tasywiquttullab (TBS) mulai MI ,MTs dan lulus madrasah Aliyah . setelah itu melanjutkan studinya di ponpes Alhidayah Lasem yg di Asuh oleh KH.A.Syakir Ma'sum. Semasa hidupnya ia pernah aktif di GP. Anshor ranting Prambatan lor dan juga pernah menjabat ketua Remaja Masjid Baiturrohim Prambatan lor.  Di saat ia menjabat ketua remaja masjid Baiturrahim, dg merangkul dan menggerakkan para pemuda pada saat itu, dia mendirikan "Jam'iyyah Sholawat Nariyah dengan mendapatkan sanad dari KH.A.Syakir Ma'sum Lasem " .Jam'iyyah tersebut  diberi nama Jam'iyyah sholawat "Hubbur rosul". dg berharap semoga para anggotanya Istiqomah membaca sholawat kepada Nabi Muhammad Saw , karena tertanam dal...

Lupa membaca tahiyyat awal ,eh ..kembali lagi , piye. ?

 Tentang seseorang yg lupa membaca tahiyyat awal atau qunut. Latar belakang mas'alah: Seseorang melakukan shalat, di saat mendapatkan dua rekaat,  ia lupa membaca  tahiyyat awal , kemudian ia bergerak untuk berdiri, tetapi belum sampai berdiri tegak ia ingat bahwa dirinya belum membaca tahiyat awal terus ia kembali duduk untuk membaca tahiyat awal,  atau ia lupa doa qunut kemudian ia turun mau melakukan sujud, belum sampai sujud ia ingat kemudian berdiri lagi untuk membaca doa qunut. Pertanyaan : 1.Benarkah tindakan orang tersebut dan sahkah sholatnya? 2.jika shalatnya sah apakah disunnahkan sujud sahwi atau tidak? *Jawaban no:1 :* Tindakan orang  tersebut sudah benar dan sah sholatnya , selagi ia belum melakukan rukun sesudahnya _(contoh: sujud dalam hal lupa do'a qunut ,dan  berdiri tegak dalam hal lupa tahiyya awal)_  maka ia boleh bahkan disunnahkan kembali lagi untuk melakukan sunah ab'adl yang ia lupakan . Bahkan jika ia menjadi makmum  mesk...