Langsung ke konten utama

SHOLAT BERJAMA'AH , TERNYATA IMAM TERKENA NAJIS..bagaimana?


 Masalah No:9 .


TENTANG SHOLAT BERJAMA'AH YG IMAMNYA SETELAH SHOLAT DIKETAHUI TERKENA NAJIS.

Di salah satu desa Ada sebuah musholla yang setiap lima waktu digunakan untuk sholat berjama'ah oleh warga setempat , suatu ketika imam musholla tersebut   pakaiannya terkena najis  , namun dia mengetahuinya setelah selesai sholat , kemudian ia hendak mengulangi sholatnya , karena sholat yg telah dilaksanakan tidak memenuhi syarat sahnya sholat.


Pertanyaan :

Apakah bagi makmumnya yg setelah sholat ia mengetahui keberadaan najis di pakaian imam ,diwajibkan  mengulangi sholatnya juga?


Jawab :

Jawabannya diperinci:

A. Jika najis yg mengenai pakaian imam adalah najis yg hukmiyyah (najis yg tidak nampak ) maka bagi makmum tidak wajib mengulangi sholatnya , seperti halnya jika imam berhadas dan makmum mengetahuinya setelah selesai sholat maka makmum tidak wajib mengulangi sholatnya ,karena Hadas adalah kotoran maknawi yg tidak nampak bagi orang lain .


B. Jika najis yg mengenai pakaian imam adalah najis yg ada zatnya/ bukan najis hukmiyyah maka makmum tersebut wajib mengulangi sholatnya, karena termasuk  keteledoran makmum yg kurang teliti.


Referensi :


*١.فتح الوهاب ج١

ولوبان امامه بعدالاقتداء به كافرا ولومخفيا كفره كزنديق وجبت الإعادة . 

— الى أن قال — 

لا إن بان ذاحدث ولوحدثا أكبر وذا نجاسة خفية في ثوبه اوبدنه فلاتجب الإعادة على المقتدي لانتفاء التقصير  منه في ذلك بخلاف النجاسة الظاهرة  وهي مايكون بحيث لوتأملها المقتدي رآها .والخفية بخلافها .وحمل في المجموع إطلاق من اطلق وجوب الإعادة في النجاسة على الظاهرة لكنه صحح في التحقيق عدم وجوب الإعادة مطلقا .


٢.حاشية سليمان الجمل ج:١ ص: ٥٣٠.،

(قوله بخلاف النجاسة الظاهرة الخ)التحقيق أن الظاهرة هي العينية في اي موضع كانت والخفية هي الحكمية في اي موضع كانت.اه‍ شوبري.


*٣.مغنى المحتاج  ج :١ ص : ٥٤٦

لا إن بان امامه جنبا  اومحدثا كما فهم بالأولى . وذكره في المحرر وذا نجاسة خفية في ثويه اوبدنه فلاتجب إعادة المؤتم به لانتفاء التقصير .اللهم الا أن يكون ذلك في الجمعة ففيه تفصيل يأتي في موضعه .بخلاف الظاهرة فتجب فيها الإعادة لتقصير المقتدي في هذه الحالة . هذا ماجرى عليه الروياني وغيره .وحمل في المجموع وفي تصحيحه كلام التنبيه عليه وهو المعتمد وان صحح في التحقيق النسوية بين الخفية والظاهرة في عدم وجوب الإعادة .وقال الاسنوي :إنه الصحيح المشهور .والأحسن في ضبط الخفية والظاهر ماذكره صاحب الأنوار .وهو أن الظاهر ة ماتكون بحيث لوتأملها المأموم لرآها .والخفية بخلافها.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ustadz Ahmad Wahid Mubarok. Prambatan lor Kaliwungu Kudus

 Alustadz, A. Wahid Mubarok, pendiri Majlis Ta'lim Ziyadatul Khoir & Majlis Sholawat Hubburrosul. (Wafat : Selasa  27 Juli 2021 M.), Dia adalah  pendiri Majelis ta'lim "Ziyadatul Khoirul " mush. Darussalam Prambatan lor Kaliwungu Kudus dan Majlis Sholawat Nariyah Hubburrosul. Pak Ahmad Wahid Mubarok  adalah alumni madrasah Tasywiquttullab (TBS) mulai MI ,MTs dan lulus madrasah Aliyah , sebagai santri di Madrasah Tasywiquttullab , ia sangat dikenal oleh KH.Ma'mun Ahmad dan para guru dan Kiyahi saat itu  . Setelah itu melanjutkan studinya di ponpes Alhidayah Lasem yg di Asuh oleh KH.A.Syakir Ma'sum putra dari KH.Ma'sum Lasem. Semasa hidupnya ia pernah aktif di GP. Anshor ranting Prambatan lor dan juga pernah menjabat ketua Remaja Masjid Baiturrohim Prambatan lor , yang pada saat itu diberi nama Jam'iyyah gerakan remaja masjid Baiturrahim yg sering disingkat dengan JAGER REMAJA MASJID BAITURROHIM. Di saat ia menjabat ketua remaja masjid Baiturrahim, d...

Ngaji Aqidatul awam di Musholla Darussalam Prambatan lor Kudus.

 AYO.. Ngaji kitab. !                      AQIDATUL AWAM.                (tentang ilmu Tauhid)  Hukum mempelajari ilmu Tauhid adalah fardhu ain. Wajib bagi setiap orang yg mukallaf  untuk mengetahui aqidah yg benar  beserta dalilnya meskipun secara global.  Adapun mengetahui dalil secara terperinci adalah fardhu kifayah. Kegiatan mengaji di Musholla Darussalam Jl Madya utama gang :Darussalam RT 3/3:Prambatan lor Kaliwungu Kudus , setiap malam Senin  akan mengkaji kitab _"AQIDATUL AWAM"_ dengan mengambil keterangan sebagai penjelasannya dari Syarahnya  yaitu kitab "JALA'UL AFHAM" karya Syeh Muhammad Ihya' ulumidfin , seorang kiyahi Nusantara murid dari Sayyid Muhammad al-Maliki dan beliau merangkum keterangan dari Sayyid Muhammad saat beliau belajar di Makkah.  Kegiatan mengaji kitab ini akan dimulai pada malam  Senin tgl : 15 Rojab 1447 H...

Lupa membaca tahiyyat awal ,eh ..kembali lagi , piye. ?

 Tentang seseorang yg lupa membaca tahiyyat awal atau qunut. Latar belakang mas'alah: Seseorang melakukan shalat, di saat mendapatkan dua rekaat,  ia lupa membaca  tahiyyat awal , kemudian ia bergerak untuk berdiri, tetapi belum sampai berdiri tegak ia ingat bahwa dirinya belum membaca tahiyat awal terus ia kembali duduk untuk membaca tahiyat awal,  atau ia lupa doa qunut kemudian ia turun mau melakukan sujud, belum sampai sujud ia ingat kemudian berdiri lagi untuk membaca doa qunut. Pertanyaan : 1.Benarkah tindakan orang tersebut dan sahkah sholatnya? 2.jika shalatnya sah apakah disunnahkan sujud sahwi atau tidak? *Jawaban no:1 :* Tindakan orang  tersebut sudah benar dan sah sholatnya , selagi ia belum melakukan rukun sesudahnya _(contoh: sujud dalam hal lupa do'a qunut ,dan  berdiri tegak dalam hal lupa tahiyya awal)_  maka ia boleh bahkan disunnahkan kembali lagi untuk melakukan sunah ab'adl yang ia lupakan . Bahkan jika ia menjadi makmum  mesk...