Sholat Qosor
dan jama' pada saat bepergian
A.
Sholat Qoshor.
I. Pendahuluan.
Agama islam adalah agama yang memberikan kemudahan kepada umatnya di saat
menghadapi masyaqot dan kesulitan.
Bepergian atau safar adalah kegiatan yang
seringkali berpotensi menimbulkan masyaqqot dan kelelahan, karena itu agama
memberikan kemurahan/rukhshoh bagi orang yang berpergian yang menempuh jarak masafatul
qosri untuk mengqoshor dan menjama' sholat dengan ketentuan-ketentuan dan
syarat-syarat yang telah ditetapkan.
II.
Pengertian
sholat qoshor.
Sholat qosor adalah meringkas sholat yang empat rekaat (Dhuhur
,Ashar ,Isya') menjadi dua rekaat.
III.
Dasar hukum.
Dasar hukum sholat Qoshor adalah:
1.
Firman Alloh SWT.
واذا
ضربتم في الارض فليس عليكم جناح ان تقصروا من الصلاة .. الاية .
Artinya: “Dan apabila kamu bepergian dibumi maka tidaklah
berdosa bagi kamu mengqoshor sholat.” (Annisa’ 101)
2.
Hadits Nabi Muhammad SAW:
عن
انس رضى الله عنه قال خرجنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم من المدينة إلى مكّة
فكان يصلى ركعتين كعتين حتى رجعنا إلى المدينة. متفق عليه واللفظ للبخاري
Artinya:”Dari Anas R.A berkata: kami keluar
bersama Rasulullah SAW dari Madinah ke Makkah maka beliau menjalankan sholat
dua rakaat- dua rakaat sehingga kita pulang sampai Madinah.”
IV. Syarat-syarat qosor
1.
Jarak perjalana yang akan ditempuh
harus mencapai enam belas
farsah.(masafatul qosri).
Adapun jarak masafatulqosri ada beberapa versi, di antaranya :
a.
versi kitab fiqih alislami 88.74
km.
b.
versi Mahmud Yunus fiqih wadlih 88,
500 km .
c.
versi kitab Tanwirul qulub 80,640
km
d.
versi Imam makmun 89,999992 km.
e.
versi mbah Bisyri tafsir Alibriz 85
km.
2.
Tujuan bepergiannya adalah hal yang
diperbolehkan menurut syara', bukan bertujuan untuk bermaksiat.
3.
Bepergiannya bertujuan ke tempat yang
telah diketahui dari awal bepergian.
maka seseorang yang bepergian tanpa tujuan ke tempat yg jelas ke mana arah tujuannya maka tidak
diperbolehkan menqoshor sholat.
4.
Tidak bermakmum dengan imam yang bermukim
atau orang yang tidak diketahui kemusafirannya.
5.
Niat qosor sholat di saat takbirotul
ihrom serta terjaga dari hal-hal yg menafikan niatnya hingga selesai sholatnya.
Seperti halnya: ia ragu apakah sudah niat qoshor apa belum atau ia niat
qoshor, kemudian bimbang untuk menqoshor sholat atau menyempurnakannya.
6.
Masih dalam keadaan bepergian (musafir)
hingga akhir sholatnya.
Jika masa bepergiannya
sudah habis di tengah-tengah sholat maka ia wajib itmam/menyempurnakan
sholatnya.
7. Mengetahui diperbolehkannya menqosor sholat.
V.
Keterangan Lain.
1.
Sholat yang diperbolehkan diqosor adalah
sholat maktubah empat rekaat, yang bersifat ada'/masih dalam waktunya atau
sholat fa-itah / Sholat yang telah habis waktunya di saat bepergian.
2.
Sholat yang dua rekaat atau tiga rekaat
(subuh dan maghrib), Sholat sunnah dan sholat fa-itah/yang tertinggal waktunya
sebelum bepergian meskipun diqodlo' di saat bepergian maka tidak boleh diqoshor.
3. Seseorang yang sedang bepergian (Musafir) jika tujuan bepergiannya mencapai 3 marhalah maka lebih Afdlolnya adalah menqosor sholat. Tetapi jika tujuan perjalanannya tidak mencapai 3 marhalah maka lebih baik itmam/menyempurnakan sholatnya, karena menghindari khilafnya para ulama'.
B.
Sholat Jama'.
I.
Pengertian
sholat Jama'.
Sholat jama' adalah mengumpulkan dua sholat antara
dhuhur dan Ashar atau maghrib dan isya' yang dilaksanakan di waktu salah satunya.
Jika dilakukan
di waktu sholat yang pertama maka dinamakan
Jama' taqdim dan jika dilakukan di waktu sholat yang ke dua maka
dinamakan jamak takkhir.
II.
Dasar hukumnya.
Dari Hadits
Nabi Muhammad SAW.
عن
معاذ بن جبل رضي الله عنه قال : خرجنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم في غزوة
تبوك فكان يصلي الظهر والعصر جميعا والمغرب والعشاء جميعا .رواه مسلم .
Artinya: “Dari Mu'adz bin Jabal r.a Ia berkata: kami pernah keluar
bersama Rosulullh saw menuju perang Tabuk maka beliau menjama' sholat Dhuhur
fan Asar , dan juga menjama' sholat maghrib dan isya'."
III.
Syarat-syarat jama'.
a.
Syarat-syarat
jama' taqdim ada 4.
1.
Tertib, yakni mendahulukan sholat yang
pertama (dhuhur, maghrib) kemudian sholat yang ke dua (Ashar, Isya'). Misalnya
: melaksanakan jama' taqdim antara sholat maghrib dan isya' maka yg dilakukan
harus sholat maghrib terlebih dahulu kemudia sholat Isya' atau sholat Dhuhur
dan Ashar maka yg dilaksanakan terlebih dahulu adalah sholat dhuhur kemudia
sholat asar.
2. Niat jama' di saat melaksanakan sholat yang pertama, baik di awal sholat maupun di pertengahan sholat yang pertama.
Adapun niatnya
jika dilafadhkan adalah sebagai berikut :
اصلي
فرض الظهر اربع ركعات مجموعا بالعصر جمع تقديم لله تعالى
.
Artinya: “Aku niat sholat fardlu dhuhur empat rekaat dijamak dg sholat Ashar dg jama'
taqdim karena Alloh.”
اصلي
فرض المغرب ثلاث ركعات مجموعا بالعشاء جمع تقديم لله تعالى .
Artinya: “Aku niat sholat fardlu maghrib tiga rekaat dijama' dg
sholat isya' dg jama' taqdim karena Alloh swt.”
3.
antara kedua sholat harus muwalah/nuli-nuli,
yakni diantara kedua sholat tersebut, tidak terpisah waktu yang lama. Adapun
jika terpisah dg waktu yg sebentar yaitu sekadar waktu yg tidak mencukupi untuk
digunakan sholat dua rekaat maka tidaklah mengapa.
4.
masih dalam keadaan bepergian
hingga dimulainya sholat yang ke dua.
Maka ketika
sebelum memulai sholat yg ke dua dia sudah mukim maka tidak boleh menjamak
sholat dan sholat yg ke dua dilakukan ketika sudah masuk waktunya.
b.
Syarat-syarat
jama' takhir ada 2.
1.
Niat jama' ta'khir pada waktu
sholat yg pertama dan diharuskan masih
ada waktu yg cukup untuk melakukan satu rakaat. Jika ia tidak niat jama' di
waktu pertama atau niat jama' di waktu yg pertama namun sisa waktu tidak cukup
untuk melaksanakan satu rekaat maka ia
berdosa dan setatus sholatnya adalah qodlo.
Adapun niatnya sebagaimana contoh:
نويت
تأخير صلاة الظهر الى العصر لأجمع بينهما .
Artinya: “Aku niat mengakhirkan sholat dhuhur ke waktu Asar untuk
menjama' keduanya”.
نويت
تأخير صلاة المغرب الى العشاء لأجمع بينهما .
Artinya: “Aku niat mengakhirkan sholat maghrib ke waktu Isya’ untuk
menjama' keduanya”.
2.
Masih berada dalam bepergian hingga
kedua sholat sudah sempurna. Jika ia telah bermukim sebelum selesai dari kedua
sholatnya maka sholat yg pertama bersetatus qodlo'.
Adapun syarat-syarat lain pada sholat jama
taqdim seperti:
·
tartib yakni mendahulukan sholat
dhuhur kemudian sholat Asar atau mendahulukan sholat Maghrib kemudia sholat isya'.
·
muwalah yakni segera melakukan
sholat yang ke dua setelah yang pertama.
·
niat jama' di dalam sholat yang
pertama.
Semuanya hukumnya
adalah sunnah di dalam sholat jama' takhir.

Komentar
Posting Komentar