Langsung ke konten utama

Ngaji Albarzanji di Ponpes Thoriqul huda tentang nasab Nabi saw


 📚🖊️

Ngaji Albarzanji bagian  ke 2

Tentang Nasab Nabi Muhammad saw.

١. وَ بَعْدُ فَأَقُوْلُ: هُوَ سَيِّدُنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ وَ اسْمُهُ شَيْبَةُ الْحَمْدِ حُمِدَتْ خِصَالُهُ السَّنِيَّةُ

 Adapun sesudahnya : maka saya berkata:

 Beliau adalah Junjungan kita Nabi Muḥammad saw bin ‘Abdillāh bin ‘Abd-il-Muththalib/namanya  Syaibat-al-Ḥamdi, yang terpuji budi pekertinya yang luhur.


٢. اِبْنِ هَاشِمٍ وَاسْمُهُ عَمْرُو بْنُ عَبْدِ مَنَافٍ وَاسْمُهُ الْمُغِيْرَةُ الَّذِيْ يَنْتَمِي الْاِرْتِقَاءُ لِعُلْيَاهُ

 Bin Hāsyim yg bernama ‘Amr, bin  "Abdi Manāf yg bernama Mughīrah yang senantiasa meningkat  ke derajat yg tinggi.


٣. اِبْنِ قُصَيِّ وَاسْمُهُ مُجَمِّعٌ سُمِّيَ بِقُصَيِّ لِتَقَاصِيْهِ فِيْ بِلَادِ قُضَاعَةَ الْقَصِيَّةِ

 Bin Qushayyi dan bernama juga dg nama Mujammi‘. Dan dia disebut Qushayyi, karena jauhnya di tanah Qudhā‘ah yang terpencil dari kota Makkah.

(قوله القصية اي البعيدة من مكة)


٤. الى أَنْ أَعَادَهُ اللهُ تَعَالَى إِلَى الْحَرَمِ الْمُحْتَرَمِ فَحَمَى حِمَاهُ

 Sehingga gusti  Allah mengembalikannya ke tanah suci Makkah yg mulia lalu dia menjaga kesucian kota Makkah.


٥. اِبْنِ كِلَابٍ وَاسْمُهُ حَكِيْمُ بْنُ مُرَّةَ بْنِ كَعْبِ بْنِ لُؤَيِّ بْنِ غَالِبٍ بْنِ فِهْرٍ وَاسْمُهُ قُرَيْشٌ وَ إِلَيْهِ تُنْسِبُ الْبُطُوْنِ الْقُرَشِيَّةُ

Bin Kilāb dan juga bernama Ḥakīm bin Murrah, bin Ka‘ab, bin Lu’ayyi, bin Ghālib, bin Fihr dan disebut pula dengan nama Quraisy. Dan dengan nama Quraisy itulah, keturunanya  dinamakan suku Quraisy.


٦.وَ مَا فَوْقَهُ كِنَانِيٌّ كَمَا جَنَحَ إِلَيْهِ الْكَثِيْرُ وَارْتَضَاهُ

. Dan yg sebelum Quraisy disebut suku Kināni , menurut keterangan yang telah diikuti dan dipilih oleh mayoritas  ahli riwayat.


٧. اِبْنِ مَالِكِ بْنِ النَّضْرِ بْنِ كِنَانَةَ بْنِ خُزَيْمَةَ بْنِ مُدْرِكَةَ ابْنِ إِلْيَاسَ وَ هُوَ أَوَّلُ مَنْ أَهْدَى الْبُدْنَ إِلَى الرِّحَابِ الْحَرَمِيَّةِ

Bin Mālik, bin Nadhr bin Kinānah, bin Khuzaimah, bin Mudrikah bin Ilyās, dialah orang yang pertama ali menghadiahkan unta yang disembelih di bumi haram kota Makkah.


٨. وَ سُمِعَ فِيْ صُلْبِهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ ذَكَرَ اللهَ تَعَالَى وَ لَبَّاهُ

 Dari tulang punggung Ilyas  didengarlah suara Nabi s.a.w. yg  berdzikir dan bertalbiyyah kepada Allah.


 ٩.اِبْنِ مُضَرَ بْنِ نِزَارِ بْنِ مَعَدِّ بْنِ عَدْنَانَ، وَ هذَا سِلْكٌ نَّظَمَتْ فَرَائِدُهُ بَنَانَ السُّنَّةِ السَّنِيَّةِ

 Bin Mudhar, bin Nizār, bin Ma‘add, bin ‘Adnān. 


Inilah untaian  nasab kanjeng Nabi Muḥammad s.a.w. yg bagaikan mutiara-mutiara yg indah dan  telah diriwayat dalam hadits-hadits yg shohih  .

(قوله : السنية اي المرفوعة .والمراد بذلك الصحيحة) مدارج السعود


١٠. وَ رَفْعُهُ إِلَى الْخَلِيْلِ إِبْرَاهِيْمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ أَمْسَكَ عَنْهُ الشَّارِعُ وَ أَبَاهُ

 Menyusuri Nasab Nabi  s.a.w. ke atas sampai kepada al-Khalīl Ibrāhīm a.s. maka beliau kanjeng Nabi  mencegah serta enggan menyebutkannya .


١١. وَ عَدْنَانُ بِلَا رَيْبٍ عِنْدَ ذَوِي الْعُلُوْم ِالنَّسَبِيَّةِ

Adapun Adnan, menurut keterangan ‘ulamā’ yang ahli tentang nasab itu tidak  diragukan lagi.


١٢. إِلَى الذَّبِيْحِ إِسْمَاعِيْلَ عَلَيْهِ السَّلَامُ نِسْبَتُهُ وَ مُنْتَمَاهُ

Berkesinambungan nasab kanjeng Nabi Muhammad saw adalah kepada Nabi Isma'il al-dzabih .


١٣. فَأَعْظِمْ بِهِ مِنْ عِقْدٍ تَأَلَّقَتْ كَوَاكِبُهُ الدُّرِّيَّةُ

Alangkah hebatnya untaian nasab beliau ini,ibarat  intan-intan  permata yg bergemelap bagaikan bintang-bintang .


١٤. وَ كَيْفَ لَا وَ السَّيِّدُ الْأَكْرَمُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ وَاسِطَتُهُ الْمُنْتَقَاةُ

Bagaimana kok tidak ? kanjeng Nabi s.a.w. adalah manusia termulia ,ibarat untaian  mutiara-mutiara dia lah  yg terindah dan terpilih.


١٥. نَسَبٌ تَحْسِبُ الْعُلَا بِحُلَاهُ

قَلَّدَتْهَا نُجُوْمَهَا الْجَوْزَاءُ

. Nasab Nabirs.a.w. engkau perhitungkan nasab mulia bagaikan perhiasan dari bintang-bintang dalam kumpulan bintang kejora.


١٦. حَبَّذَا عِقْدُ سُؤْدَدٍ وَ فَخَارٍ

أَنْتَ فِيْهِ الْيَتِيْمَةُ الْعَصْمَاءُ

Ini nasab yg bagus, Ibarat kalung mutiara hiasan mulia dan keagungan,dan engkau di dalamnya bagaikan intan berharga dan terpelihara.


١٧. وَ أَكْرِمْ بِهِ مِنْ نَسَبٍ طَهَّرَهُ اللهُ تَعَالَى مِنْ سِفَاحِ الْجَاهِلِيَّةِ

 Alangkah mulia nasab ini , yang telah disucikan oleh  Allah ta'ala  dari perbuatan keji pada zaman Jahiliyyah.


 ١٨. أَوْرَدَ الزَّيْنُ الْعِرَاقِيُّ وَارِدَهُ فِيْ مَوْرِدِهِ الْهَنِيِّ وَ رَوَاهُ

Yang telah disampaikan  keterangannya dan diriwayatkan oleh Syaikh Zain-ul-‘Irāqiy di dalam kitabnya yang bernama “Maurid-ul-Haniy.”


١٩. حَفِظَ الْإِلٰهُ كَرَامَةً لِمُحَمَّدٍ

آبَاءَهُ الْأَمْجَادَ صَوْنًا لِاسْمِهِ

 Allah telah menjaga terhadap bapak-bapaknya yang mulia, demi menjaga kemuliaan dan  nama baiknya 


٢٠.تَرَكُوا السِّفَاحَ فَلَمْ يُصِبْهُمْ عَارُهُ

مِنْ آدَمَ وَ إِلَى أَبِيْهِ وَ أُمِّهِ

 " Mereka meinggalkan perzinaan, maka mereka senantiasa terjaga dari  tercela perzinaan , semenjak Nabi Ādam hingga ibu bapaknya,".


٢١. سَرَاةٌ سَرَى نُوْرُ النُّبُوَّةِ فِيْ أَسَارِيْرِ غُرَرِهِمُ الْبَهِيَّةِ

Mereka adalah orang-orang mulia ,yg  Nūr kenabian Muḥammad selalu bepindah-pindah dari pelipis ke pelipis mereka yg cemerlang .


٢٢. وَ بَدَرَ بَدْرُهُ فِيْ جَبِيْنِ جَدِّهِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ وَ ابْنِهِ عَبْدِ الله .

Dan nampak jelas mencorong nur nubuwwah pada kening kakek ‘Abd-ul-Muththalib dan putranya sayyid  ‘Abdullāh.


الله اعلم .

📚

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ustadz Ahmad Wahid Mubarok. Prambatan lor Kaliwungu Kudus

 Alustadz, A. Wahid Mubarok, pendiri Majlis Ta'lim Ziyadatul Khoir & Majlis Sholawat Hubburrosul. (Wafat : Selasa  27 Juli 2021 M.), Dia adalah  pendiri Majelis ta'lim "Ziyadatul Khoirul " mush. Darussalam Prambatan lor Kaliwungu Kudus dan Majlis Sholawat Nariyah Hubburrosul. Pak Ahmad Wahid Mubarok  adalah alumni madrasah Tasywiquttullab (TBS) mulai MI ,MTs dan lulus madrasah Aliyah , sebagai santri di Madrasah Tasywiquttullab , ia sangat dikenal oleh KH.Ma'mun Ahmad dan para guru dan Kiyahi saat itu  . Setelah itu melanjutkan studinya di ponpes Alhidayah Lasem yg di Asuh oleh KH.A.Syakir Ma'sum putra dari KH.Ma'sum Lasem. Semasa hidupnya ia pernah aktif di GP. Anshor ranting Prambatan lor dan juga pernah menjabat ketua Remaja Masjid Baiturrohim Prambatan lor , yang pada saat itu diberi nama Jam'iyyah gerakan remaja masjid Baiturrahim yg sering disingkat dengan JAGER REMAJA MASJID BAITURROHIM. Di saat ia menjabat ketua remaja masjid Baiturrahim, d...

Ngaji Aqidatul awam di Musholla Darussalam Prambatan lor Kudus.

 AYO.. Ngaji kitab. !                      AQIDATUL AWAM.                (tentang ilmu Tauhid)  Hukum mempelajari ilmu Tauhid adalah fardhu ain. Wajib bagi setiap orang yg mukallaf  untuk mengetahui aqidah yg benar  beserta dalilnya meskipun secara global.  Adapun mengetahui dalil secara terperinci adalah fardhu kifayah. Kegiatan mengaji di Musholla Darussalam Jl Madya utama gang :Darussalam RT 3/3:Prambatan lor Kaliwungu Kudus , setiap malam Senin  akan mengkaji kitab _"AQIDATUL AWAM"_ dengan mengambil keterangan sebagai penjelasannya dari Syarahnya  yaitu kitab "JALA'UL AFHAM" karya Syeh Muhammad Ihya' ulumidfin , seorang kiyahi Nusantara murid dari Sayyid Muhammad al-Maliki dan beliau merangkum keterangan dari Sayyid Muhammad saat beliau belajar di Makkah.  Kegiatan mengaji kitab ini akan dimulai pada malam  Senin tgl : 15 Rojab 1447 H...

Lupa membaca tahiyyat awal ,eh ..kembali lagi , piye. ?

 Tentang seseorang yg lupa membaca tahiyyat awal atau qunut. Latar belakang mas'alah: Seseorang melakukan shalat, di saat mendapatkan dua rekaat,  ia lupa membaca  tahiyyat awal , kemudian ia bergerak untuk berdiri, tetapi belum sampai berdiri tegak ia ingat bahwa dirinya belum membaca tahiyat awal terus ia kembali duduk untuk membaca tahiyat awal,  atau ia lupa doa qunut kemudian ia turun mau melakukan sujud, belum sampai sujud ia ingat kemudian berdiri lagi untuk membaca doa qunut. Pertanyaan : 1.Benarkah tindakan orang tersebut dan sahkah sholatnya? 2.jika shalatnya sah apakah disunnahkan sujud sahwi atau tidak? *Jawaban no:1 :* Tindakan orang  tersebut sudah benar dan sah sholatnya , selagi ia belum melakukan rukun sesudahnya _(contoh: sujud dalam hal lupa do'a qunut ,dan  berdiri tegak dalam hal lupa tahiyya awal)_  maka ia boleh bahkan disunnahkan kembali lagi untuk melakukan sunah ab'adl yang ia lupakan . Bahkan jika ia menjadi makmum  mesk...