*Tentang Sholat berjama'ah bagi Anak yg belum baligh*
Sholat berjama'ah hukumnya adalah fardhu kifayah menurut pendapat yg paling unggul dalam madzhab Syafi'i, bagi seorang lelaki yg beriman , sudah baligh dan berakal dan bermukim tidak dalam keadaan musafir.
Pertanyaan :
1. Apakah anak yang belum baligh ketatrapan hukum sholat berjama'ah?
2. Bolehkah anak kecil menjadi imam dalam sholat berjamaah?
*Jawab :*
No 1.
anak kecil yg belum baligh tidak terkena khithob/tuntutan perintah untuk sholat berjama'ah , namun jika anak kecil yg belum baligh melakukan sholat berjamaah maka ia mendapat pahala sunnah.
Adapun ket.dalam kitab tuhfah :
"انها سنة للمميز "
_Sesungguhnya sholat berjamaah itu hukumnya Sunnah bagi anak kecil yg mumayyiz ,_
Maksudnya adalah :jika ia melaksanakannya , ia mendapatkan pahala Sunnah , bukan berarti ia dituntut/ditaklif untuk melaksanakannya.
شرح المنتج. ج ١/ ٥٠١
*Jawab no 2.*
Anak kecil yg belum baligh boleh dan sah untuk menjadi imam dalam sholat berjamaah meskipun makmumnya orang² yg lebih tua usianya , asal sudah mumayyiz dan sudah memenuhi syarat-syarat sah sebagai imam.
*Referensi :*
*١.حاشية سليمان الجمال ج:١ ص:٥٠١*
والظاهر أن المراد بالرجال هنا مايقابل الصبيان وهم البالغون . قال شيخنا الشبراملسي وانظر ماحكمة عدم إخراج الشارح لهم في المحترزات وكذا المجانين مع أن المراد بالرجال البالغون العقلاء. ولعله لمنابذته لقوله بعد :وهي لغيرهم سنة إذلوأخرج من ذكر من المحترزات لزم أن تكون الجماعة سنة للصبيان والمجانين وليس مرادا ،
اما الأول فلأنه لاخطاب يتعلق الا يفعل المكلف. وما في التحفة من أنها سنة للمميز مراده به انه يثاب عليها ثواب السنة لا انها مطلوبة منه .واماالثاني فلانها غير منعقدة منه فلهذا اقتصر في الاخراج على النساء والخناثى . أه .
Artinya:
_"Tampaknya yang dimaksud dengan "laki-laki" di sini adalah lawan dari anak-anak, yaitu orang-orang yang telah baligh. Guru kami, Al-Shabrāmilsī, berkata: "Perhatikan ..! apa hikmahnya pensyarah tidak menyebutkan anak-anak dan orang gila dalam klompok pengecualian, padahal yang dimaksud dengan laki-laki adalah orang-orang yang telah baligh dan berakal?"_
_Mungkin alasan pensyarah tidak menyebutkan mereka karena perkataannya setelah itu: "Dan shalat berjamaah itu sunnah bagi selain mereka."_ _Jika disebutkan anak-anak dan orang gila dalam pengecualian, maka akan berimplikasi bahwa shalat berjamaah itu sunnah bagi anak-anak dan orang gila, padahal itu tidak dimaksudkan._
_Adapun anak-anak (tidak dimaksudkan dalam pengecualian) karena perintah itu hanya berlaku bagi orang-orang yang mukallaf. Sedangkan yang disebutkan dalam kitab "Al-Tuhfah" bahwa shalat berjamaah itu sunnah bagi anak-anak yang sudah mumayyiz, maksudnya adalah mereka akan diberi pahala seperti pahala sunnah, bukan berarti shalat berjamaah itu dituntut bagi mereka._
_Adapun orang gila, shalat berjamaah tidak sah jika dilakukan oleh mereka. Oleh karena itu, pensyarah hanya menyebutkan wanita dan khuntsa dalam pengecualian._
*٢. المحلي ج؛١ ص::٢٣١*
وتصح للكامل أي البالغ الحر بالصبي والعبد للإعتداد بصلاتهما وسواء في الصبي الفرض والنفل . وروى البخاري أن عمرو ابن سلمة بكسر اللام كان يؤم قومه على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو ابن ست او سبع سنين . وإن عائشة كان يؤمها عبدها ذكوان . نعم : البالغ أولى من الصبي والحر أولى من العيد .
Shalat berjamaah sah bagi orang yang sudah sempurna dewasa dan merdeka bermakmun dg anak kecil atau budak ,karena shalat keduanya (anak kecil dan budak) sudah terbilang sah shalatnya.
Sama saja apakah anak kecil itu menjadi imam dalam shalat fardhu atau shalat sunnah.
Imam Bukhari meriwayatkan bahwa 'Amr bin *Salimah* (dengan kasrah pada huruf lam) pernah menjadi imam bagi kaumnya pada zaman Rasulullah SAW, padahal usianya saat itu sekitar 6 atau 7 tahun.
'Aisyah RA juga pernah diimami oleh budaknya yang bernama Dhakwaan.
Namun, orang yang sudah baligh lebih berhak menjadi imam daripada anak kecil, dan orang merdeka lebih berhak menjadi imam daripada budak.
*٣.مغني المحتاج ج :١ ص : ٥٤٥*
وتصح القدوة للكامل وهو البالغ الحر بالصبي المميز للإعتداد بصلاته .«ولأن عمرو بن سلمة بكسر اللام كان يؤم قومه على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو ابن ست او سبع » رواه البخاري.
ولكن البالغ أولى من الصبي وان كان الصبي أقرأ اوأفقه الإجماع على صحة الإقتداء به بخلاف الصبي .وقد نص في البويطى على كراهة الإقتداء بالصبي.
Artinya:
Sah bagi seseorang yg sempurna, yaitu orang yang telah baligh dan merdeka, bermakmum dengan anak kecil yang mumayyiz (dapat membedakan antara baik dan buruk), karena shalat anak kecil itu terhitung sholat yg sah .
Hal ini karena 'Amr bin Salimah (dengan kasrah pada huruf lam) pernah menjadi imam bagi kaumnya pada zaman Rasulullah SAW, padahal usianya saat itu sekitar 6 atau 7 tahun, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari.
Namun, orang yang sudah baligh lebih berhak menjadi imam daripada anak kecil, meskipun anak kecil itu lebih pandai membaca Al-Qur'an atau lebih paham ilmu fiqih.
Karen Ijma' (kesepakatan ulama) menyatakan bahwa mengikuti imam yg sudah baligh itu sah, berbeda dengan mengikuti imam yang masih anak-anak belum baligh.
Dalam kitab Al-Buwaeuti, disebutkan bahwa mengikuti imam anak kecil itu makruh .

Komentar
Posting Komentar