Langsung ke konten utama

Mas'alah no:4 TENTANG SHOLAT BERJAMA'AH YG DI LUAR RUANGAN. Latar belakang mas'alah. Di sebuah musholla kecil atau ruangan yg tidak begitu luas ,didirikan sholat berjama'ah yang jama'ahnya sangat banyak sehingga ruangan tersebut tidak memuat para jama'ahnya, karena itu sebagian makmum ada yg di luar ruangan , namun ada jalan tembus yg terbuka untuk menuju ke imam . Sebagian makmum yg di luar ruangan , tdk bisa melihat imam atau para jama'ah yg berada di dalam ruangan, akan tetapi ia bisa melihat gerakan ma'mum di depannya yg berada di dekat jalan tembus dan bisa melihat gerakan imam dan para jama'ah yg berada di dalam ruangan secara langsung. Pada saat di pertengahan sholat , tiba-tiba ma'mum yg menjadi penghubung dg ma'mum yg dibelakangnya , sholatnya batal lalu ia pergi meninggalkan tempat sholat berjama'ah utk berwudhu. Pertanyaan : Bagaimana hukum sholat makmum yg ada dibelakang makmum tsb? Jawab : Hukum sholat makmum yg ada di belakang makmum tersebut tetap sah ,meskipun sholat makmum yg di depannya yg menjadi penghubung tersebut telah batal ,maka makmum yg dibelakangnya itu menyempurnakan sholat jama'ahnya hingga selesai jika ia masih mengetahui gerakan imam dengan mendengar suara imam atau lainnya. ada kaidah : يغتفر في الدوام ما لايغتفر في الابتداء. "Diampuni dalam konteks kelanjutan (dawam), apa yang tidak diampuni dalam konteks awal (ibtida')." Meskipun pada awalnya dalam kasus seperti di atas disyaratkan ada makmum yg berada di dekat jalan tembus agar menjadi penghubung dg makmum yg di belakangnya akan tetapi jika putus di pertengahan sholat maka dimaafkan, seperti halnya jika di pertengahan sholat pintu jalan tembus yg semula terbuka menjadi tertutup karena terkena angin, maka makmum tetap menyempurnakan sholat jama'ahnya hingga selesai, jika ia masih mengetahui gerakan imamnya. Referensi: ١.اعانة الطالبين ج:٢ ص:٢٨. فإن حال مايمنع مرورا كشباك او رؤية كباب مردود وإن لم تغلق ضبته لمنعه المشاهدة وإن لم يمنع الإستطراق ومثله الستر المرخى أولم يقف أحد حذاء منفذ لم يصح الإقتداء فيهما . وإذا وقف واحد من المأمومين حذاء المنفذ حتى يرى الأمام اوبعض من معه في بنائه :فحينئذ تصح صلاة من بالمكان الآخر تبعا لهذا المشاهد فهو في حقهم كالإمام حتى لايجوز التقدم عليه في الموقف والاحرام .ولابأس بالتقدم عليه في الافعال *ولا يضرهم بطلان صلاته بعد إحرامهم على الاوجه* .كرد الربح الباب أثناءها .لأنه يغتفر في الدوام ما لايغتفر في الابتداء . ٢.حاشية الشيخ سليمان الجمل ج:١ ص:٥٥٤. ولا يضر زوال هذه الرابطة في أثناء الصلاة فيتمونها خلف الأمام حيث علموا بانتقالاته لأنه يغتفر في الدوام وكذا لوردت الريح الباب وعلموابانتقالات الإمام لأنه لاتقصير منه .بخلاف مالورد الباب أوزال الرابطة بفعله فإنه يضر .وعدم احكامه فتحه لايعد تقصيرا . وقول البغوي : لورد الباب ريح فإن أمكنه فتحه حالا صحت ودام على المتابعة والا فارقه محمول على ما اذالم يعلم بانتقالات الأمام عندرده* .والمعتمد أنه لايضر الا إذا كان بغعله بخلاف فعل غيره وان قدر على منعه.

 Mas'alah no:4


TENTANG SHOLAT BERJAMA'AH YG DI LUAR RUANGAN.


Latar belakang mas'alah.

Di sebuah musholla kecil atau ruangan yg tidak begitu luas ,didirikan sholat berjama'ah yang jama'ahnya sangat banyak sehingga ruangan tersebut tidak memuat para jama'ahnya,  karena itu sebagian makmum ada yg di luar ruangan , namun ada jalan tembus yg terbuka untuk menuju ke imam .

Sebagian makmum yg di luar ruangan , tdk bisa melihat imam atau para jama'ah yg berada di dalam ruangan, akan tetapi ia bisa melihat gerakan ma'mum di depannya yg berada di dekat jalan tembus dan bisa melihat gerakan imam dan para jama'ah yg berada di dalam ruangan secara  langsung. Pada saat di pertengahan sholat , tiba-tiba ma'mum yg menjadi penghubung dg ma'mum yg dibelakangnya , sholatnya  batal lalu ia pergi  meninggalkan tempat sholat berjama'ah utk berwudhu.


Pertanyaan :

 Bagaimana hukum sholat makmum yg ada dibelakang makmum tsb?


Jawab :

Hukum sholat makmum yg ada di belakang makmum tersebut tetap sah ,meskipun sholat makmum yg di depannya yg menjadi penghubung tersebut telah batal ,maka makmum yg dibelakangnya itu menyempurnakan sholat jama'ahnya hingga selesai jika ia masih mengetahui gerakan imam dengan mendengar suara imam atau lainnya.

 ada kaidah :

يغتفر في الدوام ما لايغتفر في الابتداء.


"Diampuni dalam konteks kelanjutan (dawam), apa yang tidak diampuni dalam konteks awal (ibtida')."


Meskipun  pada awalnya dalam kasus seperti di atas  disyaratkan ada makmum yg berada di dekat jalan tembus agar menjadi penghubung dg makmum yg di belakangnya akan tetapi jika putus di pertengahan sholat maka dimaafkan, seperti halnya jika di pertengahan sholat pintu jalan tembus yg semula terbuka menjadi tertutup karena terkena angin, maka makmum tetap menyempurnakan sholat jama'ahnya hingga selesai, jika ia masih mengetahui gerakan imamnya.


Referensi:


١.اعانة الطالبين ج:٢ ص:٢٨.

فإن حال مايمنع مرورا كشباك او رؤية كباب مردود وإن لم تغلق ضبته لمنعه المشاهدة وإن لم يمنع الإستطراق ومثله الستر المرخى أولم يقف أحد حذاء منفذ لم يصح الإقتداء فيهما .

وإذا وقف  واحد من المأمومين حذاء المنفذ حتى يرى الأمام اوبعض من معه في بنائه :فحينئذ تصح صلاة من بالمكان الآخر تبعا لهذا المشاهد فهو في حقهم كالإمام حتى لايجوز التقدم عليه في الموقف والاحرام  .ولابأس بالتقدم عليه في الافعال *ولا يضرهم بطلان صلاته بعد إحرامهم على الاوجه* .كرد الربح الباب أثناءها .لأنه يغتفر في الدوام ما لايغتفر في الابتداء .


٢.حاشية الشيخ سليمان الجمل ج:١ ص:٥٥٤.

ولا يضر زوال هذه الرابطة في أثناء الصلاة فيتمونها خلف الأمام حيث علموا بانتقالاته لأنه يغتفر في الدوام وكذا لوردت الريح الباب وعلموابانتقالات الإمام لأنه لاتقصير منه .بخلاف مالورد الباب أوزال الرابطة بفعله فإنه يضر .وعدم احكامه فتحه لايعد تقصيرا . وقول البغوي : لورد الباب ريح فإن أمكنه فتحه حالا صحت ودام على المتابعة والا فارقه محمول على ما اذالم يعلم بانتقالات الأمام عندرده* .والمعتمد أنه لايضر الا إذا كان بغعله بخلاف فعل غيره وان قدر على منعه.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ngaji Aqidatul awam di Musholla Darussalam Prambatan lor Kudus.

 AYO.. Ngaji kitab. !                      AQIDATUL AWAM.                (tentang ilmu Tauhid)  Hukum mempelajari ilmu Tauhid adalah fardhu ain. Wajib bagi setiap orang yg mukallaf  untuk mengetahui aqidah yg benar  beserta dalilnya meskipun secara global.  Adapun mengetahui dalil secara terperinci adalah fardhu kifayah. Kegiatan mengaji di Musholla Darussalam Jl Madya utama gang :Darussalam RT 3/3:Prambatan lor Kaliwungu Kudus , setiap malam Senin  akan mengkaji kitab _"AQIDATUL AWAM"_ dengan mengambil keterangan sebagai penjelasannya dari Syarahnya  yaitu kitab "JALA'UL AFHAM" karya Syeh Muhammad Ihya' ulumidfin , seorang kiyahi Nusantara murid dari Sayyid Muhammad al-Maliki dan beliau merangkum keterangan dari Sayyid Muhammad saat beliau belajar di Makkah.  Kegiatan mengaji kitab ini akan dimulai pada malam  Senin tgl : 15 Rojab 1447 H...

Ustadz Ahmad Wahid Mubarok. Prambatan lor Kaliwungu Kudus

 Alustadz, A. Wahid Mubarok,  pendiri Majlis Ta'lim Ziyadatul Khoir. (Wafat : Selasa  27 Juli 2021 H.), Dia adalah  pendiri Majelis ta'lim "Ziyadatul Khoirul " mush. Darussalam Prambatan lor Kaliwungu Kudus. Pak Ahmad Wahid Mubarok  adalah alumni madrasah Tasywiquttullab (TBS) mulai MI ,MTs dan lulus madrasah Aliyah . setelah itu melanjutkan studinya di ponpes Alhidayah Lasem yg di Asuh oleh KH.A.Syakir Ma'sum. Semasa hidupnya ia pernah aktif di GP. Anshor ranting Prambatan lor dan juga pernah menjabat ketua Remaja Masjid Baiturrohim Prambatan lor.  Di saat ia menjabat ketua remaja masjid Baiturrahim, dg merangkul dan menggerakkan para pemuda pada saat itu, dia mendirikan "Jam'iyyah Sholawat Nariyah dengan mendapatkan sanad dari KH.A.Syakir Ma'sum Lasem " .Jam'iyyah tersebut  diberi nama Jam'iyyah sholawat "Hubbur rosul". dg berharap semoga para anggotanya Istiqomah membaca sholawat kepada Nabi Muhammad Saw , karena tertanam dal...

Lupa membaca tahiyyat awal ,eh ..kembali lagi , piye. ?

 Tentang seseorang yg lupa membaca tahiyyat awal atau qunut. Latar belakang mas'alah: Seseorang melakukan shalat, di saat mendapatkan dua rekaat,  ia lupa membaca  tahiyyat awal , kemudian ia bergerak untuk berdiri, tetapi belum sampai berdiri tegak ia ingat bahwa dirinya belum membaca tahiyat awal terus ia kembali duduk untuk membaca tahiyat awal,  atau ia lupa doa qunut kemudian ia turun mau melakukan sujud, belum sampai sujud ia ingat kemudian berdiri lagi untuk membaca doa qunut. Pertanyaan : 1.Benarkah tindakan orang tersebut dan sahkah sholatnya? 2.jika shalatnya sah apakah disunnahkan sujud sahwi atau tidak? *Jawaban no:1 :* Tindakan orang  tersebut sudah benar dan sah sholatnya , selagi ia belum melakukan rukun sesudahnya _(contoh: sujud dalam hal lupa do'a qunut ,dan  berdiri tegak dalam hal lupa tahiyya awal)_  maka ia boleh bahkan disunnahkan kembali lagi untuk melakukan sunah ab'adl yang ia lupakan . Bahkan jika ia menjadi makmum  mesk...