Langsung ke konten utama

Tentang memikul dan mengangkut Janazah

foto Janazah Ustdz. A.Wahid Mubarok


 *Masalah No : 5*

Tentang  memikul dan mengangkut Janazah 

pertanyaan :

Manakah yg lebih utama ketika mengantarkan janazah ke maqbaroh , antara memikul Janazah di keranda diatas pundak para lelaki  dan membawanya di mobil janazah.?

Jawab :

Yang lebih utama dan yg mendapat sunnah adalah dg dipikul di atas pundak , kecuali jika masyaqwot utk memikulnya karena jaraknya jauh atau lainnya maka tidaklah mengapa janazah dibawa di mobil janazah .


Adapun cara memikul janazah yg sesuai dg sunnah adalah  dg diletakkan di atas keranda dan  dipikul di atas pundak para lelaki , 

Adapun cara memikulnya :

1. Dipikul tiga orang , yg di depan satu orang di posisi antara dua kayu penyagga keranda dan di belakang dua orang, 

 masing2  memikul dua kayu penyangga belakang ,

2. Jika tidak mampu dan merasa keberatan dg cara di atas maka ditambah satu orang  untuk memikul kayu penyangga  depan yg satunya , jadi keranda dipikul empat orang atau bisa juga lebih .


Referensi :

*١. احكام الفقهاء   ج :٢ ص : ٢٥.،* 

ماحكم حمل الميت على عروبة يجرها الحصان اوالانسان كأموات الكفار هل هو مباح مطلقا او عند وجود المشقة اوممنوع  (مجاكرطا)

ج. ان حمل الميت المسلم على العروبة جائز مع خلاف الاولى لانه يزيل فضيلة الحمل بين العمودين ونحوه كمافي موهبة ذي الفضل في كتاب الجنائز  (٢)

والحمل بين العمودين ونحوه افضل من التربيع ان اريد الاقتصار على أحدهما  —  الى ان قال — (والافضل ان يحمل الجنازة عند العجز المتقدم عن حمل المقدمتين ) كما ذكر (خمسة) الى ان قال — فان عجزو فستة اوثمانية او اكثر اشفاعا بحسب الحاجة اه‍ . ومثله مافي المحلي على المنهاج


٢وقال الإمام النووي الشافعي في "المجموع شرح المهذب" (5/ 270-271، ط. دار الفكر): [(فرع): قال أصحابنا رحمهم الله: يحرم حمل الجنازة على هيئة مزرية؛ كحمله في قفة وغرارة ونحو ذلك، ويحرم حمله على هيئة يخاف منها سقوطه.


قال الشافعي في "الأم"، والقاضي أبو الطيب، والأصحاب: ويحمل على سريرٍ أو لوحٍ أو محملٍ، قالوا: وأي شيء حُمِلَ عليه أجزأ] اهـ.


وقال العلامة ابن حجر الهيتمي الشافعي في "تحفة المحتاج" (3/ 186، ط. المكتبة التجارية الكبرى): [(قوله أجزأ): أي كفى في سقوط الطلب، وشرط جوازه: أن لا يكون الحمل على هيئة مزرية، ومنه: حمله على ما لا يليق به] اهـ.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ngaji Aqidatul awam di Musholla Darussalam Prambatan lor Kudus.

 AYO.. Ngaji kitab. !                      AQIDATUL AWAM.                (tentang ilmu Tauhid)  Hukum mempelajari ilmu Tauhid adalah fardhu ain. Wajib bagi setiap orang yg mukallaf  untuk mengetahui aqidah yg benar  beserta dalilnya meskipun secara global.  Adapun mengetahui dalil secara terperinci adalah fardhu kifayah. Kegiatan mengaji di Musholla Darussalam Jl Madya utama gang :Darussalam RT 3/3:Prambatan lor Kaliwungu Kudus , setiap malam Senin  akan mengkaji kitab _"AQIDATUL AWAM"_ dengan mengambil keterangan sebagai penjelasannya dari Syarahnya  yaitu kitab "JALA'UL AFHAM" karya Syeh Muhammad Ihya' ulumidfin , seorang kiyahi Nusantara murid dari Sayyid Muhammad al-Maliki dan beliau merangkum keterangan dari Sayyid Muhammad saat beliau belajar di Makkah.  Kegiatan mengaji kitab ini akan dimulai pada malam  Senin tgl : 15 Rojab 1447 H...

Ustadz Ahmad Wahid Mubarok. Prambatan lor Kaliwungu Kudus

 Alustadz, A. Wahid Mubarok,  pendiri Majlis Ta'lim Ziyadatul Khoir. (Wafat : Selasa  27 Juli 2021 H.), Dia adalah  pendiri Majelis ta'lim "Ziyadatul Khoirul " mush. Darussalam Prambatan lor Kaliwungu Kudus. Pak Ahmad Wahid Mubarok  adalah alumni madrasah Tasywiquttullab (TBS) mulai MI ,MTs dan lulus madrasah Aliyah . setelah itu melanjutkan studinya di ponpes Alhidayah Lasem yg di Asuh oleh KH.A.Syakir Ma'sum. Semasa hidupnya ia pernah aktif di GP. Anshor ranting Prambatan lor dan juga pernah menjabat ketua Remaja Masjid Baiturrohim Prambatan lor.  Di saat ia menjabat ketua remaja masjid Baiturrahim, dg merangkul dan menggerakkan para pemuda pada saat itu, dia mendirikan "Jam'iyyah Sholawat Nariyah dengan mendapatkan sanad dari KH.A.Syakir Ma'sum Lasem " .Jam'iyyah tersebut  diberi nama Jam'iyyah sholawat "Hubbur rosul". dg berharap semoga para anggotanya Istiqomah membaca sholawat kepada Nabi Muhammad Saw , karena tertanam dal...

Lupa membaca tahiyyat awal ,eh ..kembali lagi , piye. ?

 Tentang seseorang yg lupa membaca tahiyyat awal atau qunut. Latar belakang mas'alah: Seseorang melakukan shalat, di saat mendapatkan dua rekaat,  ia lupa membaca  tahiyyat awal , kemudian ia bergerak untuk berdiri, tetapi belum sampai berdiri tegak ia ingat bahwa dirinya belum membaca tahiyat awal terus ia kembali duduk untuk membaca tahiyat awal,  atau ia lupa doa qunut kemudian ia turun mau melakukan sujud, belum sampai sujud ia ingat kemudian berdiri lagi untuk membaca doa qunut. Pertanyaan : 1.Benarkah tindakan orang tersebut dan sahkah sholatnya? 2.jika shalatnya sah apakah disunnahkan sujud sahwi atau tidak? *Jawaban no:1 :* Tindakan orang  tersebut sudah benar dan sah sholatnya , selagi ia belum melakukan rukun sesudahnya _(contoh: sujud dalam hal lupa do'a qunut ,dan  berdiri tegak dalam hal lupa tahiyya awal)_  maka ia boleh bahkan disunnahkan kembali lagi untuk melakukan sunah ab'adl yang ia lupakan . Bahkan jika ia menjadi makmum  mesk...