Langsung ke konten utama

Tentang bayi yg berusia lebih enam bulan yg meninggal dalam kandungan.

 Masalah no 3.

Tentang bayi yg berusia lebih enam bulan yg meninggal dalam kandungan.

3.Diskripsi masalah :

Ada bayi yg meninggal dunia di dalam kandungan ibunya  sesudah usia kehamilannya lebih dari 6 bulan, misalnya 8 bulan masih sehat ,,kemudian menjelang kelahiran bayinya kok sudah tidak bergerak lagi dlm kandungan ibunya , kemudian dilahirkan dalam keadaan sudah meninggal dunia,

Pertanyaan :

Apakah wajib disholatkan  bayi tersebut?

Jawab :

Bayi tersebut wajib dimandikan  dan dikafani kemudian disholatkan, karena bayi yg lahir sesudah usia kehamilannya enam bulan maka hukumnya seperti orang dewasa , yakni wajib disholatkan.  


Referensi :

١. كاشفة السجا  ص : ١٠٠

واما الولد النازل بعد تمام أشهره فحكمه كالكبير من صلاة وغيرها وان نزل ميتا ولم يعلم له سبق حياة وان لم يظهر خلقه ولم يسمى هذا سقطا .

٢. حاشية سليمان الجمل ج:٢ ص: ١٩١ .

(قوله والسقط الخ) من السقوط وهو كماعرفه أئمة اللغة : الولد النازل قبل تمام اشهره .   وبه يعلم أن الولد النازل بعد تمام أشهره وهو ستة اشهر  يجب فيه ما يجب في الكبير من صلاة وغيرها وان نزل ميتا ولم يعلم له سبق حياة اه‍. شرح م ر .  بل وان لم يظهر فيه تخطيط ولا غيره حيث علم انه آدمي . اه‍ .ع ش 

٣. نهاية المحتاج  جزء : ٢ ص : ٤٩٥

(والسقط) بتثليث السين من السقوط وهو كما عرفه أئمة اللغة الولد النازل قبل تمام أشهره، *وبه يعلم أن الولد النازل بعد تمام أشهره وهو ‌ستة ‌أشهر يجب فيه ما يجب في الكبير من صلاة وغيرها، وإن نزل ميتا ولم يعلم له سبق حياة إذ هو خارج من كلام المصنف كغيره كما أفتى بذلك الوالد - رحمه الله تعالى - وهو داخل في قولهم يجب غسل الميت المسلم وتكفينه والصلاة عليه ودفنه*

*٤. مغني المحتاج جزء ،٢ ص : ٤٤*

 فائدة  : السقط هوالذي لم يبلغ تمام اشهره . *اما من بلغها فيصلى عليه مطلقا كما أفتى به شيخي وفعله*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ngaji Aqidatul awam di Musholla Darussalam Prambatan lor Kudus.

 AYO.. Ngaji kitab. !                      AQIDATUL AWAM.                (tentang ilmu Tauhid)  Hukum mempelajari ilmu Tauhid adalah fardhu ain. Wajib bagi setiap orang yg mukallaf  untuk mengetahui aqidah yg benar  beserta dalilnya meskipun secara global.  Adapun mengetahui dalil secara terperinci adalah fardhu kifayah. Kegiatan mengaji di Musholla Darussalam Jl Madya utama gang :Darussalam RT 3/3:Prambatan lor Kaliwungu Kudus , setiap malam Senin  akan mengkaji kitab _"AQIDATUL AWAM"_ dengan mengambil keterangan sebagai penjelasannya dari Syarahnya  yaitu kitab "JALA'UL AFHAM" karya Syeh Muhammad Ihya' ulumidfin , seorang kiyahi Nusantara murid dari Sayyid Muhammad al-Maliki dan beliau merangkum keterangan dari Sayyid Muhammad saat beliau belajar di Makkah.  Kegiatan mengaji kitab ini akan dimulai pada malam  Senin tgl : 15 Rojab 1447 H...

Ustadz Ahmad Wahid Mubarok. Prambatan lor Kaliwungu Kudus

 Alustadz, A. Wahid Mubarok,  pendiri Majlis Ta'lim Ziyadatul Khoir. (Wafat : Selasa  27 Juli 2021 H.), Dia adalah  pendiri Majelis ta'lim "Ziyadatul Khoirul " mush. Darussalam Prambatan lor Kaliwungu Kudus. Pak Ahmad Wahid Mubarok  adalah alumni madrasah Tasywiquttullab (TBS) mulai MI ,MTs dan lulus madrasah Aliyah . setelah itu melanjutkan studinya di ponpes Alhidayah Lasem yg di Asuh oleh KH.A.Syakir Ma'sum. Semasa hidupnya ia pernah aktif di GP. Anshor ranting Prambatan lor dan juga pernah menjabat ketua Remaja Masjid Baiturrohim Prambatan lor.  Di saat ia menjabat ketua remaja masjid Baiturrahim, dg merangkul dan menggerakkan para pemuda pada saat itu, dia mendirikan "Jam'iyyah Sholawat Nariyah dengan mendapatkan sanad dari KH.A.Syakir Ma'sum Lasem " .Jam'iyyah tersebut  diberi nama Jam'iyyah sholawat "Hubbur rosul". dg berharap semoga para anggotanya Istiqomah membaca sholawat kepada Nabi Muhammad Saw , karena tertanam dal...

Lupa membaca tahiyyat awal ,eh ..kembali lagi , piye. ?

 Tentang seseorang yg lupa membaca tahiyyat awal atau qunut. Latar belakang mas'alah: Seseorang melakukan shalat, di saat mendapatkan dua rekaat,  ia lupa membaca  tahiyyat awal , kemudian ia bergerak untuk berdiri, tetapi belum sampai berdiri tegak ia ingat bahwa dirinya belum membaca tahiyat awal terus ia kembali duduk untuk membaca tahiyat awal,  atau ia lupa doa qunut kemudian ia turun mau melakukan sujud, belum sampai sujud ia ingat kemudian berdiri lagi untuk membaca doa qunut. Pertanyaan : 1.Benarkah tindakan orang tersebut dan sahkah sholatnya? 2.jika shalatnya sah apakah disunnahkan sujud sahwi atau tidak? *Jawaban no:1 :* Tindakan orang  tersebut sudah benar dan sah sholatnya , selagi ia belum melakukan rukun sesudahnya _(contoh: sujud dalam hal lupa do'a qunut ,dan  berdiri tegak dalam hal lupa tahiyya awal)_  maka ia boleh bahkan disunnahkan kembali lagi untuk melakukan sunah ab'adl yang ia lupakan . Bahkan jika ia menjadi makmum  mesk...