Langsung ke konten utama

Buah apakah yang paling mulia di surga....?

Belajar dari kedermawanan buah Tin...?

📚🖋🍃

Ketika Nabi Adam alaihissalam  dan ibu Hawa' melanggar larangan Alloh dengan menkonsumsi buah khuldi yg telah dilarangnya , maka Alloh swt memerintahkan agar Adam dan Hawa' dikeluarkan dari surga , maka seketika itu mahkota yg ada di kepalanya jatuh dan pakaian perhiasan yg dipakainya lepas dari tubuh keduanya ,


 kemudian Nabi Adam dan Ibu Hawa' berjalan melewati pepohonan yg ada di surga, utk mencari daun yg hendak digunakan utk menutupi aurotnya , namun tiada satu pun pohon yg ada di surga yg memberikan selembar daunnya kepada Adam dan Hawa' ,  lalu keduanya berjalan melewati ponhon Thin , kemudian pohon Thin bersedia memberikan delapan lembar daun kepada keduanya , utk Adam tiga lembar daun dan utk ibu Hawa' lima lembar. 

Alloh swt berkata kpd pohon Thin  : Wahai pohon Thin , semua pohon yg ada di Surga tiada yg memberikan selembar pun daun kepada Adam dan Hawa , tetapi kenapa engkau memberikan beberapa lembar daunmu untuknya?

Pohon Thin menjawab : wahai Tuhanku .! engkaulah yg maha mulia dan dermawan , dan engkau mencintai  hamba yg dermawan , maka aku ingin menjadi tegolong hambamu  yg engkau cintai ya robbi..!


Maka Alloh berkata kpd pohon itu : bergembiralah engkau , karena sungguh aku jadikan engkau pohon yg paling mulia di surga , dan aku berikan tiga  keistimewaan untukmu , " aku haramkan engkau dari api neraka , aku jadikan engkau makanan pokok utk manusia dan aku jadikan *kafan penutup manusia di saat wafatnya sebanyak hitungan daun yg telah engkau berikan kpada Adam dan Hawa' utk menutupi aurotnya .

 maka karena itu orang yg telah meninggal dunia jika orang lelaki afdlolnya dikafani dg tiga lapis kafan yg menutupi seluruh tubuhnya, (tetapi boleh juga ditambah gamis dan serban)

dan jika mayat perempuan maka dikafani dg lima kafan , yaitu dua lapis kafan menutupi tubuhnya, tutup kepala ,gamis dan izar/nyamping)


الله اعلم 


حاشیة سلیمان الجمل ١٦٠\ ج ٢ ،


📚🍃🖋

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ngaji Aqidatul awam di Musholla Darussalam Prambatan lor Kudus.

 AYO.. Ngaji kitab. !                      AQIDATUL AWAM.                (tentang ilmu Tauhid)  Hukum mempelajari ilmu Tauhid adalah fardhu ain. Wajib bagi setiap orang yg mukallaf  untuk mengetahui aqidah yg benar  beserta dalilnya meskipun secara global.  Adapun mengetahui dalil secara terperinci adalah fardhu kifayah. Kegiatan mengaji di Musholla Darussalam Jl Madya utama gang :Darussalam RT 3/3:Prambatan lor Kaliwungu Kudus , setiap malam Senin  akan mengkaji kitab _"AQIDATUL AWAM"_ dengan mengambil keterangan sebagai penjelasannya dari Syarahnya  yaitu kitab "JALA'UL AFHAM" karya Syeh Muhammad Ihya' ulumidfin , seorang kiyahi Nusantara murid dari Sayyid Muhammad al-Maliki dan beliau merangkum keterangan dari Sayyid Muhammad saat beliau belajar di Makkah.  Kegiatan mengaji kitab ini akan dimulai pada malam  Senin tgl : 15 Rojab 1447 H...

Ustadz Ahmad Wahid Mubarok. Prambatan lor Kaliwungu Kudus

 Alustadz, A. Wahid Mubarok,  pendiri Majlis Ta'lim Ziyadatul Khoir. (Wafat : Selasa  27 Juli 2021 H.), Dia adalah  pendiri Majelis ta'lim "Ziyadatul Khoirul " mush. Darussalam Prambatan lor Kaliwungu Kudus. Pak Ahmad Wahid Mubarok  adalah alumni madrasah Tasywiquttullab (TBS) mulai MI ,MTs dan lulus madrasah Aliyah . setelah itu melanjutkan studinya di ponpes Alhidayah Lasem yg di Asuh oleh KH.A.Syakir Ma'sum. Semasa hidupnya ia pernah aktif di GP. Anshor ranting Prambatan lor dan juga pernah menjabat ketua Remaja Masjid Baiturrohim Prambatan lor.  Di saat ia menjabat ketua remaja masjid Baiturrahim, dg merangkul dan menggerakkan para pemuda pada saat itu, dia mendirikan "Jam'iyyah Sholawat Nariyah dengan mendapatkan sanad dari KH.A.Syakir Ma'sum Lasem " .Jam'iyyah tersebut  diberi nama Jam'iyyah sholawat "Hubbur rosul". dg berharap semoga para anggotanya Istiqomah membaca sholawat kepada Nabi Muhammad Saw , karena tertanam dal...

Lupa membaca tahiyyat awal ,eh ..kembali lagi , piye. ?

 Tentang seseorang yg lupa membaca tahiyyat awal atau qunut. Latar belakang mas'alah: Seseorang melakukan shalat, di saat mendapatkan dua rekaat,  ia lupa membaca  tahiyyat awal , kemudian ia bergerak untuk berdiri, tetapi belum sampai berdiri tegak ia ingat bahwa dirinya belum membaca tahiyat awal terus ia kembali duduk untuk membaca tahiyat awal,  atau ia lupa doa qunut kemudian ia turun mau melakukan sujud, belum sampai sujud ia ingat kemudian berdiri lagi untuk membaca doa qunut. Pertanyaan : 1.Benarkah tindakan orang tersebut dan sahkah sholatnya? 2.jika shalatnya sah apakah disunnahkan sujud sahwi atau tidak? *Jawaban no:1 :* Tindakan orang  tersebut sudah benar dan sah sholatnya , selagi ia belum melakukan rukun sesudahnya _(contoh: sujud dalam hal lupa do'a qunut ,dan  berdiri tegak dalam hal lupa tahiyya awal)_  maka ia boleh bahkan disunnahkan kembali lagi untuk melakukan sunah ab'adl yang ia lupakan . Bahkan jika ia menjadi makmum  mesk...